Rabu, 25 September 2019


A.Pengertian Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial dapat didefinisikan sebagai perbedaan anggota masyarakat berdasarkan status yang dimilikinya. Pitirim A. Sorokin mengatakan bahwa stratifkikasi sosial adalah pengelompokkan atau perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang bertingkat, kelas tinggi, menengah, dan rendah. Pemilikan terhadap sesuatu yang berharga merupakan bibit yang menimbulkan adanya sistem pelapisan dalam masyarakat.
Status yang dimiliki seseorang dibedakan lagi antara status yang diperoleh (ascribed status) dan status yang diraih (achieved status). Status yang diperoleh misalnya perbedaan usia, perbedaan jenis kelamin, hubungan kekerabatan dan keanggotaan dalam kelompok seperti kasta dan kelas sosial.
Berbeda dengan itu, status sosial yang diraih adalah status sosial yang diperoleh seseorang karna prestasi kerja yang diperolehnya. Seorang anak petani karena prestasi dalam ilmu pengetahuan berhasil menempatkan diri pada status sosial yang tinggi karena prestasi akademiknya yang tinggi, professor, misalnya.

B.     Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Stratifikasi Sosial

Terjadinya stratifikasi sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: sistem stratifikasi/pelapisan yang terjadi dengan sendirinya. Artinya tanpa disengaja, dan sistem stratifikasi/pelapisan yang terjadi dengan sengaja disusun untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Stratifikasi yang terjadi dengan sendirinya atau tidak disengaja misalnya, lapisan yang didasarkan pada umur, jenis kelamin, kepandaian, sifat keaslian, keanggotaan kerabat kepala masyarakat, mungkin dalam batas-batas tertentu berdasarkan harta.
Sedangkan stratifikasi sosial yang terjadi dalam masyarakat disengaja disusun untuk mencapai tujuan tertentu biasanyaberkaitan dengan pembagian kekuasaan dan wewenang yang resmi dalam organisasi formal seperti pemerintahan, perusahaan, partai politik, angkatan bersenjata dan sebagainya.

C.    Kriteria Yang Dipakai Untuk Menggolongkan Orang Dalam Stratifikasi Sosial

1)      Kekayaan. Kekayaan merupakan dasar yang paling banyak digunakan dalam pelapisan sosial masyarakat. Seorang yang mempunyai kekayaan banyak akan dimasukkan ke strata atas dan yang mempunyai kekayaan sedikit akan dimasukkan ke strata bawah.
2)      Kekuasaan. Seorang yang mempunyai kekuasaan atau wewenang yang besar akan masuk pada lapisan atas dan yang tidak mempunyai kekuasaan akan masuk lapisan bawah.
3)      Kehormatan. Orang yang paling disegani dan dihormati akan dimasukkan ke lapisan atas. Dasar semacam ini biasanya dijumpai pada masyarakat tradisional.
4)      Ilmu pengetahuan. Dasar ini dipakai oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan, walaupun kadang-kadang masyrakat salah persepsi karena hanya meninjau dari gelar seseorang.

D.    Unsur-Unsur Stratifikasi Sosial
Stratifikasi sosial terwujud dari unsur-unsur:
1)      Status sosial
Kedudukan sosial adalah tempat dimana seseorang dalam suatu sistem sosial dihubungkan dengan orang-orang lainnya dalam sistem sosial (dalam pengertian obyektif) atau hasil dari penilaian orang lain terhadap diri seseorang dengan siapa ia berhubungan.
2)      Peranan sosial (social role)
Peranan sosial adalah perilaku normative seseorang, karena kedudukannya. Bias juga diartikan sebagai pola prilaku yang diharapkan dari seseorang sesuai dengan status yang disandangnya dalam sistem sosial tertentu. Suatu peran paling sedikit mencakup tiga hal, yaitu :
a)      Peran meliputi norma-norma yang dapat dilakukan oleh individu atau tempat seseorang dalam masyarakat.
b)      Peran adalah suatu konsep ikhwal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat.
c)      Peran dapat dikatakan sebagai prilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat.

E.     Sifat-Sifat Stratifikasi Sosial

Dilihat dari sifatnya, ada dua sifat dari sistem stratifikasi sosial dalam masyarakat, yaitu : bersifat tertutup (closed social stratification), dan bersifat terbuka (open social stratification).
Stratifikasi sosial tertutup bercirikan sulitnya seseorang untuk berpindah dari satu lapisan ke lapisan lain. Contohnya stratifikasi sosial tertutup adalah kasta pada masyarakat India.
Sedangkan stratifikasi sosial terbuka, setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk berpindah ke lapisan yang lain (lebih tinggi). Hal ini dapat dilakukan dengan usaha berdasarkan kecakapannya sendiri.

F.     Bentuk-Bentuk Stratifikasi Sosial Dalam Masyarakat

Menurut Ralph Lipton, terdapat beberapa bentuk stratifikasi sosial dalam masyarakat, yaitu:
1)      Stratifikasi sosial berdasarka usia. Stratifikasi sosial sangat menentukan hak dan wewenang dari mereka yang anak sulung dan bukan. Dalam sistem kerajaan Inggris misalnya, anak sulung memiliki hak untuk menjadi putra mahkota menggantikan kedudukan raja di kemudian hari.
2)      Stratifikasi sosial berdasarkan jenis kelamin. Stratifikasi menentukan hak dan wewenang antara anak laki-laki dan perempuan. Dalam masyarakat yang menganut sistem patriarkat, anak laki-laki mempunyai wewenang yang lebih besar untuk mewariskan kekayaan orang tua. Sebaliknya, dalam masyarakat sistem matrilenial, wanita memiliki hak yang lebih luas dibandingkan anak laki-laki.
3)      Stratifikasi sosial berdasarkan hubungan kekerabatan. Stratifikasi ini menentukan hak dan wewenang dari seorang ayah, ibu, paman, dan anak serta keponakan dalam kehidupan keluarga.
4)      Stratifikasi sosial berdasarkan kenggotaan dalam masyarakat. Stratifikasi yang berhubungan dengan etnis, agama, dan golongan dalam masyarakat.
5)      Stratifikasi sosial berdasarkan pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka akan semakin tinggi kedudukan sosialnya.
6)      Stratifikasi sosial berdasarkan pekerjaan. Stratifikasi ini tergantung jabatan seseorang dalam pekerjaan. Ada yang berkedudukan sebagai manager dan ada yang berkedudukan sebagai pekerja biasa saja.
7)      Stratifikasi sosial berdasarkan tingkat perekonomian yang dimiliki seseorang. Ada yang berkedudukan sebagai kelas atas, menengah dan ada yang kelas bawah.



G.    Fungsi Stratifikasi Sosial

Pada umumnya orang beranggapan bahwa stratifikasi sosial menghambat kemajuan masyarakat/individu. Sebenarnya stratifikasi sosial mempunyai beberapa fungsi atau kegunaan. Menurut Kengsley (1967) dan Wilbert Moore menjelaskan, bahwa fungsi-fungsi stratifikasi sosial adalah:
1)      Stratifikasi sosial menjelaskan seseorang “tempat” dalam masyarakat sesuai dengan pekerjaan, menjelaskan kepadanya bagaimana ia harus menjalankannya dan sehubungan dengan tugasnya menjelaskan apa dan bagaimana efek serta sumbangannya kepada masyarakat.
2)      Karena peranan dari setiap tugas dalam setiap masyarakat berbeda-beda dengan seringkali adanya tugas yang kurang dianggap penting oleh masyarakat (karena beberapa pekerjaan meminta pendidikan dan keahlian terlebih dahulu) maka berdasarkan perbedaan persyaratan dan tuntutan atas prestasi kerja, misalnya member imbalan kepada yang melaksanakan tugas dengan baik dan sebaliknya “menghukum” yang tidak atau kurang baik. Dengan sendirinya terjadilah distribusi penghargaan, hal mana menghasilkan dengan sendirinya pembentukan stratifikasi sosial.
3)      Penghargaan yang diberikan biasanya bersifat ekonomik, berupa pemberian status sosial atau fasilitas-fasilitas yang karena distribusinya berbeda (sesuai dengan pemenuhan persyaratan dan penilaian terhadap tugas) membentuk struktur sosial.
H.    Dampak Stratifikasi Sosial Pada Kehidupan Masyarakat
Stratifikasi sosial berdampak pada pola tindakan sosial, artinya individu atau kelompok lapisan atas bersikap dan berprilaku tertentu yang acap kali berbeda dengan individu atau kelompok yang berada pada lapis dibawahnya. Stratifikasi sosial juga memiliki dampak yang kuat terhadap arah dan bentuk interaksi sosial serta perkembangan institusi sosial. Bentuk interaksi sosial dan perkembangan institusi sosial dalam kehidupan masyarakat yang disana jumlah lapisan menengah lebih besar dibandingkan dengan lapisan atasatau lapisan bawah (seperti diketemukan di negara-negara maju), memperlihatkan cirri-ciri yang berbeda dalam kehidupan masyarakat yang disana jumlah lapisan bawah lebih besar dibandingkan dengan lapisan atas atau lapisan menengahnya (seperti diketemukan di negara-negara sedang berkembang). Keberadaan stratifikasi sosial telah melestarikan orang-orang tertentu menempati puncak serta terus mengontrol dan menguasai sumber-sumber ekonomi. Mereka bias terus mengontrol dan menguasai sumber-sumber politik, dan memperoleh perlakuan istimewa.
I.       Pengaruh Diferensiasi Stratifikasi Sosial Terhadap Masyarakat
Berikut ini merupakan beberapa pengaruh diferensiasi stratifikasi sosial terhadap masyarakat, yaitu:
1)      Kesehatan
Pengaruh diferensiasi dan stratifikasi pada kesehatan bisa dikategorikan sebagai pengaruh langsung, antara lain sebagai akibat dari ketidaksamaan tingkat ekonomi.
Masyarakat yang tergolong ke dalam kelas bawah memiliki kualitas kesehatan fisik dan mental yang lebih rendah jika dibandingkan dengan masyarakat yang tergolong kelas menengah ke atas.
Masyarakat kelas atas, dengan cukup pendapatan dan kekayaan memiliki akses ke fasilitas kesehatan yang lebih baik seperti gizi yang baik, ketika sakit bisa membeli obat-obatan dan pergi ke dokter yang bagus, lingkungan hidup sehat, dan sebagainya. Sementara masyarakat kelas bawah, karena kketerbatasan kemampuan ekonominya, tidak bisa mendapatkan fasilitas-fasilitas tersebut.
2)      Pendidikan
Di masyarakat kita ada kecenderungan bahwa pendidikan cukup penting untuk menentukan apakah seseorang memiliki peluang untuk berhasil atau gagal dalam hidup. Gelar-gelar untuk kesarjanaan dan profesional menjadi penting dalam menentukan keberhasilan kerja dan ekonomi. Faktor-faktor sosial dan ekonomi memiliki pengaruh yang kuat terhadap tingkat dan mutu pendidikan orang.
3)      Harapan hidup
Harapan hidup adalah rata-rata jumlah tahun tambahan yang diharapkan oleh orang di usia tertentu untuk dapat tinggal di kategori sosial tertentu. Dalam istilah sederhana, harapan hidup dapat disamakan dengan panjang kehidupan seseorang di satu tempat dan status sosial tertentu. Harapan hidup seseorang berhubungan dengan posisinya dalam tingkat sosial.
4)      Keadilan sosial
Seperti dijelaskan sebelumnya, masyarakat kelas bawah tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang cukup baik. Hal ini menghasilkan pengetahuan dan akses ke berbagai informasi akan terbatas, antara lain keterbatasan pengetahuan tentang hukum dan undang-undang.
Mereka kurang menyadari apa yang menjadi hak dan kewajibannya sebagai anggota masyarakat. Misalnya, orang yang tidak mampu memenuhi syarat untuk mendapatkan tunjangan kesehatan dan pendidikan dari pemerintah, yang dananya diambil dari pengurangan subsidi BBM.
Tapi program ini sering sekali salah sasaran dan tidak  berhasil dengan baik, dan karena keterbatasan pengetahuan, masyarakat kelas bawah  tidak tahu harus bertanya dan menuntut kemana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar